Kamis, 09 Mei 2019

Er Zal Geen Woord Zijn Om Te Scheiden


ada banyak cara untuk mengucapkan selamat tinggal
tetapi pasir di pantai terlampau akrab menerima garam sebagai nasib
sudah begitu lama sejak takdir diberi nama
oleh garis panjang yang memberi batas pada laut
dari mana para pelaut berlayar dan pulang ke dalam pelukan

ada banyak cara untuk mengucapkan selamat berpisah
tetapi dahan bakau terlampau setia menerima burung-burung
juga angin pantai yang terkadang membuatnya patah
sudah begitu sejak lama ditakdirkan menjadi rumah
oleh kedatangan dari mana saja yang menjadikannya indah
juga bagi pelaut yang kalah dan ingin bercinta

ada banyak cara untuk mengucapkan selamat jalan
tetapi lelaki tetap setia untuk bertahan memikul ombak
sebab matanya adalah laut seperti katamu suatu senja
ketika kaca-kaca buram. seturut hujan yang turun di kotamu
dan engkau semakin gelisah menahan senyap dari dadamu
yang kering dibakar garam tersebab waktu bersilauan seakan hampa

ada banyak cara untuk mengucapkan selamat tinggal
tetapi lelaki tiada lelah menjaga hidup di sisa waktu. bersamamu

            Ambon, 10 Mei 2019



Senin, 06 Mei 2019

Pada Senja Kelima di Bulan Mei Lelaki itu Melipat Hati


ada saatnya ikan-ikan memilih datang dan pergi
musim berlalu silih dan berganti
ada waktunya angin mati dan laut jadi sunyi
begitupun nasib lelaki. terkadang ia hanya sendiri
menghitung garis nasib dari umur yang kian ke tepi

dan di sini, satu lagi kisah telah diberangkatkan
dari pelabuhan yang kian sepi
dari tiang-tiang yang gigil menunggu mati
dari pulau-pulau yan tak lagi mengakrabi maut
tiada pula karam dan terlelap di dasar laut

padahal cinta katamu:
koi pahu gan lelyanga
tahan para do lea
kalau uya do lea
fota deha in rangka

lalu pada senja kelima di bulan mei ini
lelaki laut tak lagi kuasa memikul sabar
untuk memungut sisa-sisa puisi di pasir pantai
dimana hujan menyembunyikan airmata
dari wajah yang terlanjur luka

ada kalanya ikan-ikan memilih pergi dan tak kembali
perahu-perahu menarik dayung dan menepi
ada waktunya arus mati dan laut jadi pasi
begitupun nasib lelaki. terkadang ia melipat hati
menghalau semua debar di muara sugai. agar tak sakit hati

Ambon, 6 Mei 2019

Rabu, 28 November 2018

Apapun Alasannya Jang Sampe Ale Ada Mantan di Ambon



~Kalau ale rindu rasanya lebe ancur lele nyong~

Ambon, kota musik yang juga menyimpan rindu di setiap jikunya. Jadi seng salah kalau Ambon itu dijuluki Ambon Manise. Mulai dari masyarakatnya yang ramah, lingkungannya yang menentramkan, kelezatan kuliner yang  bikin ketagihan hingga wisata yang membuat liburan makin berkesan. Satu yang beta pahami, Ambon menyimpan sejuta keindahan yang seng bisa dijelaskan deng kata-kata.

Sekian kerinduan ini pasti dirasakan juga oleh ale dong yang pernah merantau atau bahkan tinggal di kota kacumpit ini. Meninggalkan Kota Ambon sama saja deng ale tanam biji-biji rindu yang akang terus tumbuh subur. Kenangan di Ambon akang tarus membekas dan seng mudah dilupakan, apalagi bersama deng ale pung pasangan terbaik, paling terbaik.

Lebe parah lai kalo ale ada kenangan deng gebetan yang biking ale bertepuk sebelah tangan, karena tamang bae potong di tikungan, atau malah dia su jadi mantan karena ale pi sekolah tarus tamang bae kaweng akang. Ado eee, dia pung saki, padis lawang

Coba ale bayangkan, kalau Ambon saja su sukses bikin rindu yang sulit diobati, tarus apa kabar ale yang punya kenangan deng mantan terindah di kota ini?. Betapa tarika-tapalakanya ale pung rasa di dada sebab melihat setiap jiku-jiku Ambon seakan-akan ale ada lia dia disana.  Iyo to?... Batul ka seng? Sudah eee, mangaku saja kalo ale pung air mata tumpah balandong.

Terutama untuk ale yang pernah merasakan hidup di Ambon cukup lama. Entah itu saat kuliah, karja atau bahkan tinggal menetap, sampe tau Ambon pung huk-huk smerlap deng jiku-jiku onosel.

Merasakan kehidupan Kota Ambon yang penuh deng keindahan di setiap sisinya. Menghabiskan waktu bersama menyusuri pantai-pantai pasir putih yang penuh dengan kerinduan. Menapaki setiap sudut Kota Ambon bersama akang membuat ale semakin sulit melupakannya. Makan rujak di Pantai Natsepa,  jalan-jalan di Ambon Plaza, dan wisata di tempat yang penuh keromantisan selalu mengingatkan ale padanya.

Datang kombali di tempat yang dulu pernah ale berdua singgahi, hanya akan membangkitkan kerinduan yang sulit diobati. Jang coba-coba kalau seng bawa lenso atau tisu  satu karong tuang hati jantong. Jomblo sa bisa baper sampe sukses kalau inga Ambon, kong  ale lai yang pung kisah pilu bersama mantan. Cukar deleng, akang rasa sama deng terluka dalam kaapa e?.

Buat ale dong yang pernah punya story  di Ambon, memang bukan perkara mudah. Sebab ale pasti merasakan rindu namun dibalut rasa pilu. Inga Ambon sama halnya ale inga dia. Inga setiap jejak yang pernah ale tinggalkan bersama, berdua. Melihat ale berdua pung bayangan di sudut-sudut kota. Mungkin memang banyak kenangan manis yang ale berdua lewati, tapi kenangan itu juga akan dibalut rasa pilu, karena dia su pigi kastinggal ale sandiri. Jadi, apa yang ale inga tentang Ambon? Pasti tetap manis to?

Jadi par ale dong yang baru nae-nae badan kong su mulai ambor cinta kiri-kanan, Apapun alasannya, jang sampe ale ada mantan di Ambon.

Biar Ambon bisa dikenang tanpa meninggalkan bekas luka paitnya hubungan, mendingan jang pacaran deng orang Ambon kalau cuma for main-main. Memang sih pesona orang Ambon susah untuk ditolak, (dong biasa sa cuma dong sadap) jadi kalo ale seng serius mending seng usah. Sebab meninggalkan orang Ambon itu perkara mudah, tapi bagian tersulitnya adalah jatuh bangun merawat kehilangan yang ale ciptakan sandiri. Ale sanggup?. Bisa kong?

Bagaimanapun juga, Ambon memang manis. Ambon selalu berhasil menumbuhkan kerinduan di hati katong samua yang pernah dan sudah minum air disana. Membantu melukis kenangan yang -bahkan- seng akang pernagh bisa hilang. Kenangan yang membuat katong samua ingin terus meluangkan waktu untuk kombali dan menuntaskan kerinduan di hati. Ole sio…




Sabtu, 03 November 2018

Hujan Pertama di Bulan November


di sini hujan sayang
dan kenangan tentangmu datang merinai
lalu segalanya bergerak menjauh
bagai mengejar bayangan senja
semakin asin jua garam di meja makan

            Ternate, 4 November 2018

Tiada Perlu Engkau Meragu


segala yang kau tinggalkan
adalah dermaga tempat melepas kenangan
dari semua  cerita masa lalu yang mungkin saja
tak semuanya luka
tetapi ia sudah tak lagi bersamamu. jadi biarkanlah
tak perlu duka lara berlebih
sebab musim sudah tak lagi milikmu

segala yang kau tuju adalah pelabuhan impian
dari semua masa depan yang akan engkau rangkai
seperti apa ceritanya?
sungguh semua ada di mata dan hatimu
jadi berangkatlah. sebab musim sedang berpihak
dan rembulan tengah purnama di matamu

tentang laut yang kau layari
biarkan saja seperti itu. setia sudah merawat asin
begitu pun aku. tiada perlu engkau meragu
sebab batu-batu takan berubah menjadi kayu

            Ternate, 4 November 2018

Jumat, 10 Agustus 2018

Perempuan Laut Perempuan Maut


saat ombak musim pancaroba mulai menghempas pantai
ketika itulah seluruh rapuh menggema di badan kapal
aku sungguh tak lagi berharap
akan pulang ke pulau-pulau penuh kenangan
ke teluk-teluk biru dan semak rimbun
yang dulu melenakan jiwa

saat reranting patah berserakan dihempas angin selatan
ketika itulah remuk menyeru. seluruhku pilu
aku sungguh tak lagi mengingat warna-warni harapan
yang dulu mengembang sebagai layar
sebab di bilik sepi itu, belasan serigala menidurkanmu
dengan manja di dadanya setelah leguh nan panjang

memang pernah kucari engkau sampai ke batas jingga
tetapi gelombang di tubuh selalu meronta tak kenal cuaca
aku lelaki tiada berdaya. perempuan laut menyalin petaka
sapu tangan pelipur lara tak lagi kupinta. biar sudah

            Ternate, 11 Agustus, 2018

Jumat, 13 Juli 2018

Sarsia


pada akhirnya laut telah menjadikan kita kembali karib
setelah perpisahan begitu lama menuntun kita
ke dalam sendiri. juga sepi
yang menjadikan kita hampir saja meminta mati

musa. la musa, teriakmu jelang subuh itu
ketika perahuku merapat di ujung dermaga
bersama angin barat di musim pertama
yang menggugurkan airmata dari kelopak bunga

sarsia. engkaulah perempuan laut itu
yang selalu membuatku terbelenggu rindu
yang selalu membunuhku dengan lirikan mata timurmu
yang selalu membakar gairahku dalam gemuruh bertalu-talu

tanpamu aku tenggelam. ini sungguh
datanglah lekas. mendekatlah cepat
peluklah aku dan jangan kau lepas
agar subuh ini tidak lekas menjadi abu

            Ternate, 03 Juli 2018